4 Material yang berpotensi sebagai pengganti Kayu

21 June 2011

Sebagai kusen dan pintu, rangka atap rumah, pegangan tangga, aksesori di mobil, furniture di rumah hingga alat tulis pensil dan kertas, semuanya menggunakan bahan baku kayu yang berasal dari hutan. Setiap harinya ribuan batang pohon dari ratusan hektar hutan ditebang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Mempertimbangkan dampak lingkungan dan kelestarian hutan, sebenarnya telah tersedia beberapa alternatif bahan baku pengganti kayu yang bisa digunakan atau bisa mengurangi jumlah pemakaian kayu. Seperti dikutip dari MiamiHerald berikut ini.

1. Hemp
Tanaman ini memiliki tingkat kerapatan tinggi pada setiap meter persegi dan wujud fisiknya mirip tanaman ganja. Sebuah universitas di Washington, Amerika tengah mengembangkan tanaman HEMP ini untuk diproses menjadi bahan baku MDF (Medium Density Board) pengganti kayu. Sementara diketahui bahwa susunan serat Hemp ini memiliki tingkat kerapatan lebih tinggi daripada kayu.



2. Bambu
Tanaman yang termasuk famili rumput ini memang sudah lama menjadi alternatif kayu untuk membuat furniture, dekorasi, dan berbagai perlengkapan di dalam rumah. Sifatnya yang cepat tumbuh dan memiliki kekuatan yang hampir sama dengan kayu membuatnya sebagai salah satu alternatif yang paling mudah.
Bahkan saat ini sudah banyak pabrik yang membuat lantai parket berbahan baku bambu.

3. Komposit Kayu
Sebagaimana namanya, wood composites terbuat dari campuran plastik daur ulang dan serbuk kayu. Bahan ini jauh lebih efisien pemakaiannya dibanding dengan kayu solid. Dari sisi warna dan tekstur masih terlihat alami kayu, dan kekuatannya jauh di atas kayu karena bahan komposit ini mudah perawatannya. Tidak memerlukan finishing khusus dan mudah dibuat sesuai bentuk yang diperlukan.

4. Kayu Plastik
Murni berbahan baku plastik yang dibuat dengan tekstur serat kayu. Sudah tentu mudah perawatannya dan dengan menggunakan plastik yang bisa di daur ulang, konsumsi material sesungguhnya tidaklah sebesar kayu solid.


5 comments:

Post a Comment