Perjanjian tentang Pembalakan Liar Indonesia dan Uni Eropa

05 May 2011

Sebuah langkah penting telah dilalui Indonesia bersama Uni Eropa dengan penandatanganan kesepakatan baru yang bertujuan utama mengurangi pembalakan liar. Dengan adanya perjanjian tersebut perusahaan di Uni Eropa hanya bisa mengimpor kayu atau produk kayu dari Indonesia yang memiliki sertifikat/dokumen yang jelas dan mengikuti ketetapan pemerintah Indonesia tentang lingkungan hidup.

Perjanjian yang disebut sebagai The Forest Law Enforcement, Governance and Trade-Voluntary Partnership Agreement (Flegt-VPA), dirancang untuk mengurangi volume pembalakan liar sekaligus mempromosikan negara yang memiliki manajemen kehutanan yang baik termasuk Indonesia.

Disebutkan bahwa Uni Eropa menjadi salah satu pasar penting bagi industri kayu Indonesia yang setiap tahunnya tercatat telah mengekspor produk kayu dan kertas senilai 1,2 milyar dolar Amerika. Mekanismenya dari pemerintah Indonesia belum begitu detail dijelaskan, akan tetapi pemerintah berencana akan segera melakukan audit pada lebih dari 4500 perusahaan di Indonesia yang menggunakan kayu sebagai bahan baku utamanya.

Saat ini pemerintah juga sudah memiliki program yang disebut SVLK (Standar Verifikasi Legalitas Kayu) yang sudah melakukan audit ke beberapa perusahaan. Sistem ini diharapkan bisa meyakinkan pemerintah bahwa hanya kayu bersertifikat yang diperjualbelikan di dalam wilayah Indonesia. Perjanjian yang direncanakan sejak 2007 ini akan diberlakukan mulai 2012-2013 sebagai percobaan mekanisme yang baru.

source: Mongabay, thejakartaglobe


4 comments:

Post a Comment