Industri Ekspor Rotan Indonesia Menurun

07 February 2011

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 tahun 2009 tentang ketentuan ekspor rotan, kembali menjadi bahan perbincangan di kalangan pelaku usaha rotan. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjadi salah satu lembaga yang meminta pemerintah untuk meninjau kembali peraturan tersebut.


Pembatasan kuota ekspor rotan sebesar 35.000 ton per tahun berdampak negatif bagi pemasok bahan baku rotan karena tidak semua produksi bisa terserap oleh industri rotan barang jadi. Ditambah dengan menurunnya daya saing industri furniture rotan yang berimbas pada menurunnya nilai ekspor produk barang jadi rotan juga mengurangi 'konsumsi' akan bahan baku.

Secara global persaingan industri rotan semakin ketat dengan harga yang kompetitif dari Cina serta selera pasar yang saat ini mulai beralih ke furniture rotan sintetis (wicker).

Situasi tersebut ditunjukkan dengan menurunnya nilai ekspor rotan tahun 2010 sebesar 21,5% yaitu sekitar 138 juta USD dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 167 juta USD.

Saat ini Indonesia menjadi negara dominan penghasil rotan dunia, sekitar 82% total produksi rotan dunia yang sebagian besar dihasilkan dari Kalimantan dan Sulawesi.

Download (pdf) Permendag No: 36/M-DAG/PER/2009

4 comments:

Post a Comment