Suplai Rotan Dalam Negeri Perlu Ditingkatkan

02 March 2009

Dengan adanya kebijakan dari pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu tentang ekspor rotan, dampak ekonomis bagi pengrajin maupun pengusaha rotan mulai terasa berat. Selain terbatasnya suplai rotan untuk dalam negeri, pajak penjualan yang dibebankan kepada pembeli menambah biaya produksi lebih tinggi.

Saat ini Asmindo (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) sedang mengajukan proposal kepada pemerintah melalui Menteri Perdagangan dan Industri agar pajak 10% dihilangkan bagi proses jual beli domestik khususnya untuk bahan baku rotan.

Sebelumnya pemerintah sempat melarang ekspor produk rotan dalam bentuk bahan baku setengah jadi, namun pada tahun 2005 peraturan tersebut dicabut kembali. Untuk melancarkan proses tersebut Asmindo mensyaratkan agar pemasok bahan baku rotan diharuskan untuk menjual produknya minimal 70% untuk pasar dalam negeri dan sisanya bisa diekspor. Namun demikian hal ini juga bertabrakan dengan peraturan daerah sehubungan dengan otonomi daerah yang memberlakukan pendapatan asli daerah.

Asmindo juga berjanji untuk membantu pemerintah untuk melakukan audit setiap bulan untuk meyakinkan bahwa prosedur tersebut akan dijalankan sesuai rencana.

Pasar ekspor produk rotan dari Indonesia beberapa tahun ini dlaporkan tidak terdapat peningkatan yang signifikan, bahkan sempat menurun. Dengan adanya hal ini diharapkan daya saing produk rotan dari Indonesia akan lebih baik dari Vietnam maupun Cina.

ref: thejakartapost