Eksporter Furniture Mulai Resah dengan Aturan Formaldehyde Baru

06 October 2008

Beberapa negara produsen furniture di Asia termasuk Indonesia, Thailand dan Philipina mulai merasakan dampak dari standar baru dari CARB mengenai Formaldehyde. Produsen furniture saat ini membutuhkan jumlah yang sangat besar terhadap papan buatan dengan standar emisi Formaldehyde yang sangat rendah. Lebih mengkhawatirkan lagi adalah karena California merupakan pintu gerbang memasuki pasar Amerika Serikat.

Bagi perusahaan furniture dengan skala yang besar dan konsumsi papan buatan yang sangat tinggi, untuk memenuhi standar tersebut bukanlah suatu masalah yang besar. Yang akan menjadi tantangan mereka hanyalah persaingan harga dengan produsen lain di negara lain. Lain halnya dengan produsen furniture sejenis dengan skala menengah dan kecil.

Selain harga papan buatan dengan emisi Formalin sangat rendah tentunya lebih mahal dari yang biasanya digunakan, volume pembelian papan buatan jenis tersebut juga harus dalam jumlah tertentu yang tentunya tidaklah jumlah yang kecil.

Beberapa produsen MDF mensyaratkan pembelian minimal 100m3 yang mana dalam setiap M3 kurang lebih terdapat 20 lembar papan dengan ketebalan 18mm.

Di Phillipina misalnya, pasar Amerika Serikat saat ini mencakup 60-70% dari nilai ekspor sehingga apabila para produsen furniture tidak mampu memenuhi standar tersebut secara tidak langsung akan kehilangan pasar potensial tersebut.