Malaysia eksportir “Hardwood” terbesar!

14 December 2007


Minggu kemarin saya bertemu dengan seorang pejabat kedutaan di sebuah restoran makan siang. Sangat kebetulan sekali dan responsif kita terlibat dalam sebuah diskusi tentang industri kayu terutama kehutanan. Saya terkejut bahwa ternyata bapak pejabat tersebut juga mengamati bisnis kayu di Indonesia dan dunia. Akhirnya kami terlibat perbincangan tentang industri furniture di Indonesia dan Asia. Beliau tahu betul bahwa malaysia saat ini telah menjadi negara pengekspor “hardwood” terbesar di dunia.

Hampir sepuluh tahun yang lalu ketika beliau masih bertugas di Malaysia, sudah terprediksi bahwa negara tersebut memiliki potensi besar dari sumber alam hutan pada khususnya dan saat ini sumber alam ini menjadi sumber devisa pemerintah urutan ke-5 paling besar. Hal ini menjadi pertanyaan pribadi bagi saya, mengapa kita yang memiliki hutan lebih luas tidak memanfaatkan potensi ini sebagai sumber devisa? atau mengapa kita tidak memiliki nilai ekspor yang lebih tinggi dari Malaysia?

Anda bisa lihat cuplikan grafik pada gambar di atas (sumber online):

Indonesia bahkan tidak berada di dalam list. Sampai saat artikel ini ditulis, kebutuhan akan bahan baku kayu bagi industri furniture dunia masih sangat besar ,apalagi bagi negara industri yang sangat tergantung supply material dari negara lain. (note: Ada beberapa negara pengekspor yang rata2 pabrik furniturenya menggunakan 80% kayu impor).
Lalu apa kontribusinya dengan industri kayu di Indonesia?
Sebagai negara dengan sumber alam kayu yang sangat melimpah, berarti kita masih memiliki potensi yang sangat besar dalam bisnis ini. Walaupun 3 tahun terakhir banyak pabrik furniture yang bankrut karena tidak banyak lagi order dari para retailer di Eropa, Amerika maupun Jepang, saya optimis bahwa bisnis furniture di Indonesia akan kembali berjaya dalam 5-10 tahun ke depan. Tentunya dengan beberapa dukungan dari pihak lain terutama kehutanan.